Info

SELAMAT DATANG

Selamat datang di Coretan Pujita Kiki Maulana - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel dunia islam (Blogging, Peneyejuk Hati, Goresan Hati, Mengenal Neraka; Goresan hati Dan Lain Lain) yang Kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik

Sekilas Tentang Pujita Kiki Maulana

Nama saya Pujita Kiki Maulana, Saya Bukan Seorang Blogger, Desainer atau Apapun Tapi Saya Hanya Seseorang Yang Ingin Selalu Belajar dan Ingin Tahu Sesuatu Yang Baru...

Mengenal Fitnah Berjalan seiring dengan nafas kita

Berbagai tragedi sudah nampak terjadi, semua terbungkus dengan rapinya, berbagai macam assesoris telah dinampakkan, akan tetapi sayang assesoris yang cantik nan menawan itu telah membuat kita terbuai.
Seorang penipu, dengan sempurnanya menipu dengan assesoris berbalut kata-kata manis untuk meyakinkan korbannya.

Rasulullah Saw pernah berpesan kepada umatnya bahwa nanti diakhir zaman tidak ada orang yang selamat dari dampak banjirnya fitnah dan adu domba kecuali orang-orang yang diberi ilmu yang hidup didalam hati untuk berpegang teguh kepada kepada Allah dan sunah Rasul secara menyeluruh.

Terbukti, sekarang fitnah berjalan meliuk-liuk bagaikan melodi yang sangat indah, berbalut dengan pencerahan agama, dibungkus rapi, dengan ayat-ayat al quran akan tetapi dibalik itu didalamnya ada racun fitnah yang mematikan.

Bahkan saking indahnya fitnahpun dibungkus dengan tetesan air mata, dengan menangis ia menjelekkan orang lain, Sehingga fitnah inilah yang membuat antara satu dengan lain menjadi musuh, satu dengan yang lain merasa benar sendiri sehingga menjatuhkan antara satu dengan yang lain.

Maka disaat itu tidak ada yang selamat, melainkan orang yang selamat dihidupkan hatinya oleh Allah Swt, dengan ilmu hikmah.

Masih ingatkah kejadian pemboman melalui media buku, kejadian itu merupakan suatu gambaran bahwa bungkus bukan jaminan bahwa didalamnya itu bagus.

Maka mulai detik ini STOP FITNAH, Karena fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.

Ada sebuah hikayah

Ada salah seorang ulama besar dia adalah seorang ahli dakwah, pada suatu saat ada salah satu muridnya bertanya

"Wahai kyai, saat kyai berdakwah pernahkan mendapatkan fitnah dan hikmah?"

dan ulama itupun menjawab "Iya, saya pernah mendapatkan fitnah dan hikmah tersebut ketika saya berdakwah"

Lalu berceritalah ulama itu

"Suatu saat saya turun dari podium, setelah berdakwah semua datang menciumi tangan saya dan semua menyanjung saya, kontan membuat saya menjadi senang dan bangga seakan-akan saya orang yang terbaik, maka itulah fitnah bagi saya karena aku lupa bahwa aku adalah seorang manusia yang penuh banyak salah dan dosa, yang terbungkus dengan kebaikan-kebaikan.

Lanjut cerita ulama tersebut

"Dan di lain waktu ketika saya turun dari podium ada salah seorang mencaci saya, orang itu mengatakan kamu itu bodoh, tolol, dan tidak pantas menajdi seorang ulama, akan tetapi saya hanya diam tidak membalas sehingga dari cacian itu saya menyadari bahwa saya bukanlah orang yang mulia dan tidak ada apa-apanya sehingga sayapun merasa rendah, merasa banyak kekurangan, akhirnya bisa menangis dan bersimpuh dihahadapanNya"

"Itulah hikmahnya yang terbungkus dengan sesuatu yang menyakitkan hati dan menyedihkan." Tukas seorang ulama besar itu mengakhiri ceritanya.

Maka dari hikayat tersebut jangan melihat bungkus dengan asesoris yang indah penuh dengan puji-pujian, penuh dengan sanjungan, sehingga membuat hati merasa lebih baik daripada orang lain. Dan akhirnya dia merasa besar, dan itulah fitnah yang terbungkus dengan keindahan.

Jangan pula lihat bungkus yang kusam, jelek, dan tidak sedap di pandang mata, penuh cacian, fitnaan dan hinaan, ternyata dibalik bungkus yang kusam dan jelek itu ada hikmah yang agung, apabila kita merasa kecil dihadapanNya.

Ternyata fitnah itu berjalan seiring keluar masuknya nafas

Dimana Ku Melacurkan Diri Kehinaan Ini

Tak pantas kutuliskan catatan kelam ini, terlalu hina diri ini, Kulacurkan diriku hanya untuk mencari seonggok kepuasan semata serta kebanggan perasaan "AKU" padahal semua yang telah kudapat itu adalah semu semata, semua yang kudapat pasti akan kutinggal semua.

Aku tidak percaya kepada diriku sendiri, walaupun banyak orang menyanjung dan memujiku, karena aku bukanlah orang mulia, bukan orang bersih apalagi suci, TIDAK!

Aku hanyalah tumpukan dari sampah-sampah yang kotor, usang dan busuk karena memang aku adalah sampah tak akan pernah mulia.

Ku banyak menyalahkan dan menghujat orang akan tetapi aku tak pernah menyadari akan kesalahan dan kelemahanku.

Ku banyak mengkafirkan orang seakan-akan aku paling benar dan suci, akan tetapi aku tak pernah sedikitpun menengok tentang kekafiranku sendiri.

Kubangga dengan kesuksesanku tapi kulupa bahwa diriku adalah adalah lemah tidak ada apa-apanya.

Kusandang status seorang ulama, kusandang status seorang professor, tapi ku tak pernah menyadari akan kesalahan dan kelemahanku.

Inilah aku , ulama yang tak bermoral, professor yang tak bermoral, dimana ilmuku bukan menjadikanku mengenalkan kepada Tuhan akan tetapi ilmuku sebagai hijab kesombongan hati untuk menjauhkanku dari Tuhan.

Sekarang kiamat moral telah terjadi didalam diriku, karena yang bukan milikku telah ku aku, padahal aku adalah MUTLAK sifatMu Yang Maha Agung, tapi sekarang kurampas dengan kesombongan dan kepongahan.

HidupMu ku aku…

KayaMu ku aku..

IlmuMu ku aku…

BaikMu ku aku…

Bahkan kemulianMu ku aku..

Sekarang bendera "AKU" telah berkibar didalam hatiku..

Virus kebutaan hati sekarang menjadi gunung baja penghalang penghambaanku kepadaMu..

Lalu pantaskah aku menjadi kekasihmu Ya Tuhan?

Oh Tuhan... betapa rendah, lemah dan hinanya diriku ini

“Tangisan batinku”

Apa kau tahu
Seluruh dunia terguncang
Hanya dengan satu tepukan
Tepukan dari Illahi
Gempa dimana-mana
Apa kau juga tahu
Gempa yang terjadi dalam hatiku
Hatiku yang paling dalam
Yang mengguncangkan batinku
Melebihi guncangan dunia
Apa mataku sudah buta
Atau matamu yang buta
Sehingga kau tak bisa melihat
Betapa dahsyatnya guncangan itu
Apa telingaku sudah tuli
Atau telingamu yang tuli
Sehingga kau tak bisa mendengar
Betapa kencangnya tangisan mata batinku
Apa hatiku sekeras batu
Atau hatimu yang begitu
Sehingga kau tak bisa lunak
Dengan tetesan air mataku



Nasehat seorang ikhwan Untuk Akhwat

Nasehat seorang ikhwan untuk para akhwat yang masih memajang foto di FB...
Dengan Nama Allah yang Maha Rahman Maha Rahiim

Semoga apa yang ana sampaikan nantinya tidak ternoda dengan hawa nafsu pribadi, tapi memberikan jawaban yang sesuai apa yang telah ana pahami selama ini, insya Allah......

Saudaraku fillah, Allah telah memerintahkan kepada wanita-wanita yang beriman, laki-laki yang beriman untuk menundukkan pandangan, dan menundukkan pandangan itu jika kita mau memahaminya sungguh luas cakupannya, tidak hanya menahan pandangan kedua mata, tapi juga setiap anggota tubuh dari apa-apa yang menurut syari'at itu tidaklah layak untuk dinikmati...

Janganlah kita menjadi sebab orang lain berbuat dosa, tidakkah kita juga merasa berdosa telah membuat saudara kita yang lain berbuat dosa, karena kita?

Bukankah Allah telah memerintah bagi wanita-wanita yang beriman untuk menundukkan pandangan, begitu juga laki-laki yang beriman?

Dimanakah kalian hamba-hamba Allah yang beriman mengaplikaikan perintah Allah ini?

Allah menganuriakan kepada kita wajah yang cantik, tampan, tapi ada pula yang menurut kata manusia itu wajah yang buruk, jelek, padahal itu sesungguhnya sebaik-baik ciptaan yang telah Allah karuniakan kepada kita masing...

Lantas bukan berarti yang berwajah tampan, cantik kemudian takabur, merasa bangga, merasa dirinya layak untuk diketahui semua orang, sehingga ia mendapatkan sanjungan dan pujian, dan tidak sedikit karena kecerobohan sikapnya itu, iya kecerobohannya, ia telah membuat hamba Allah lainnya cemburu,bahkan berbuat dosa karena sikapnya itu...

Dan bukan berarti pula yang dikaruniai wajah yang kurang tampan,kurang cantik harus berkecil hati,sungguh tidak ada yang patut untuk disedihkan,karena Allah tidak melihat semua itu, Allah hanya melihat apa yang ada didalam hati...

Saudaraku fillah, bagaimana mungkin perintah Allah untuk menundukkan pandangan itu akan tercipta dengan baik, jika salah satu pihak dari kaum muslimin meremehkannya?

Tidak cukup dengan laki2 yang beriman yang menundukkan pandangannya sj akan tetapi wanita2 yang beriman malah mengumbar perhiasan mereka???

bagaimana mungkin seorang laki2 bisa menjaga kedua matanya dari memandang yang seharusnya tak ia pandangan sedangkan disamping kiri kanannya ada wanita2 yang tidak mau mengindahkan perintah Allah untuk menjaga perhiasan mereka?

siapakah yang bersalah misal terjadi yang demikian yaa ikhwah???

Nasihat saudaramu yang masih jahil ini kepada saudariku, sungguh, janganlah kalian menampakkan wajah kalian dihadapan laki2 yang bukan mahram kalian,jangan mengusik hati kami dengan indahnya wajah kalian,simpan baik2 wajah indah itu,itu karunia Allah tak seharusnya kalian tempatkan pada tempat yang tidak mulia, tidakkah kalian berpikir jika misal ada laki2 beriman menjadi kotor hatinya karena melihat foto antum,baik sengaja atau tidak sengaja?

kemudian hatinya gelisah, sungguh kami ingin menjaga kedua mata ini tapi wanita2 itu malah menampakkannya,

benar iman kami lemah yaa Allah,tapi apa kami yang salah sedangkan kami sudah mencoba pandangan kedua mata ini,tapi hambamu yang bernama wanita itu tidak mau melaksanakan perintahmu untuk menundukkan pandangan,tidak menjaga perhiasannya???a

pakah kalian wahai para wanita,siap dihadapkan pada pengadilan Allah atas aduan2 itu nantinya???apa yang akan kalian katakan pada Allah,saudariku?

Nasihat untuk saudaraku laki-laki yang beriman, janganlah kalian lemah akan tipu daya syaithan, sungguh wanita itu memang diciptkan akan menjadi fitnah yang sungguh dahsyat kerusakannya untukmu laki2 beriman jika kalian lengah dr pada menjaga hati dan kedua matamu...dikedua mata wanita itu terdapat binar2 iblis yang mana jika kalian melihatnya maka ia akan bisa menjadikan kalian layaknya iblis yang tunduk patuh pada hwa nafsu dan menjadi budak2nya syaithan...oleh karena itu,tidak usah kalian dekat2 dengan mereka jika memang tidak ada kepentingan yang mana dibenarkan oleh syar'i, cukuplah wanita yang akan menjadi istrimu kelak engkau berasyik masyuk dengannya...

Saudariku, niat baik itu tidak cukup untuk melakukan sebuah kebaikan,tapi hendaknya niat baik itu juga diikuti dengan cara yang baik pula untuk meraihnya. sungguh, tidak perlu,tidak penting kalian memasang foto kalian dimedia semacam fb ini,itu hanya akan menimbulkan fitnah,jangan hanya melihat maslahatnya sj,tapi tengoklah juga madharatnya nanti, jangan hanya menuruti keinginan pribadi,tapi ingini pulalah kami kaum laki2,kami ingin menjaga diri,kami ingin menundukkan pandangan,jangan kalian menjadi semacam penggoda mata2 kami ini.

Sejak awal,tidak hanya sekali,ana sudah menyerukan kepada wanita2 beriman yang memasang fotonya di fb,untuk segera diganti dengan gambar lain sj,alhamdulillah ada beberapa yang menerima pendapat ana,karena jika kita melakukan suatu kebaikan,hendaklah diliat maslahat dan madharat yang akan terjadi,tidak cukup dengan niat baik,tapi juga diiringi dengan niat yang benar pula.

apa tujuan kalian memperlihatkan foto wajah kalian?

bahkan tidak sedikit wanita yang bercadar yang melakukan ini,ana tanyakan kepada beliau2 ini,apa tujuan antum semua bercadar?
untuk menjaga wajah dari tatapan mata laki2?
kalau memang begitu,lalu kenapa setelah antum bercadar malah antum tampakkan didepan khalayak yang bisa semua orang diseluruh penjuru dunia ini melihat antum?

memandangi antum?

menatap,bahkan mencermati setiap lekuk dari wajah itu,atau mencetaknya dan dismpan dalam kamarnya?

apa kalian tidak merasa jijik?
tidak merasa risih?

yaa ikhwah, dakwah itu memang wajib,tidak ada larangan wanita berdakwah kepada laki2 dan sebaliknya,tapi jagalah batas2 yang ada,jangan melanggarnya,perhatikan adab2nya

bagaimanapun jug antum kelak hanya akan bersuamikan seorang laki2,tidak kasihankah antum jika foto2 antum itu tidak hanya menjadi milik laki2 yang akan menjadi suami antum kelak?

tapi juga menjadi foto yang mngkin sj setiap laki2 yang meliat foto antum mempunyai,menjadikannya teman tidur dikala malam,memandanginya???
Na'udzubillah
kalau begitu,apa antum tidak sebaiknya menyimpan foto2 pribadi antum saudariku???

berbicara sebagai identita, sungguh ini alasan yang tidak logis menurut kaca mata syari'at, kenapa? dengan memasang foto itu tidak menjamin orang lain tidak bisa menggunakan identitas kita untuk berbohong,jika itu alasannya, apa antum tidak berpikir foto antum itu bisa di save? dan kemudian di jadikan picture di account fb orang tsbt? ini alasan yang tidak mendasar, sungguh..yang ada hanya akan timbul fitnah,saudariku...

apakah antum hanya akan menyalahkan kaum laki2 yang berbuat demikian,misalnya?apakah antum tidak berpikir bagaimana bisa para2 laki2 itu bisa berbau demikian?karena apa dan siapa???tidakkan antum merasa punya andil bagi laki2 tersebut berbuat dosa?niat dan tujuan sj itu tidak cukup saudariki,wallahi tidak cukup...tapi hendaknya diiringi dengan cara yang benar....kalau antum meyakini kebenaran niat dan tujuan yang baik itu sudah cukup tanpa dibarengi dengan cara yang baik,maka akan timbul banyak kerusakan,lalu bagiamana dengan seorang pencuri yang mencuri dengan niat untuk disedekahkan?untuk menafkahi keluarganya?apa antum juga membenarkan tindakan yang semisal demikian?baik itu niatnya,untuk sedekat,memberi nafkah,tapi apa antum menafikan bagaimana orang itu merealisasikan niat baiknya itu????

Allahu a'lam

Mengenal Hukum meletakkan foto di Facebook

Ada seorang teman di FB yang memberikan sebuah pesan berisi link ke halaman FB yang berisi nasihat-nasihat bagi kaum muslimah. Isi nasihat yang dikirimkan pada saya adalah kajian tentang haramnya menampilkan foto muslimah di FB. Saya pun akhirnya membalas pesan tersebut dengan menampilkan sudut pandang saya mengenai hal tersebut. Isi pesan balasan saya kurang lebih begini (dengan sedikit editan untuk mempermudah pemahaman Anda):
Ada tiga dasar kenapa penulisnya mengharamkan menampilkan foto FB, yaitu:
1. Melanggar perintah satr (menutup diri)
2. Banyak cerita jelek atau kejadian merugikan akibat menampilkan foto FB, dan
3. Menutup wajah itu wajib bagi muslimah (menurut penulisnya).
Analisis saya pribadi:
1.      Kewajiban menutup wajah bagi muslimah itu masalah khilafiyah. Yang paling kuat menurutku adalah tidak wajib. Pada poin ini pendapatku bertolak belakang dengan penulis artikel itu. Alasannya, sampai saat ini yang kutahu tidak ada dalil jelas yang mengharamkan menutup wajah, justru yang ada kebolehan tidak menutup telapak tangan dan wajah (kasus Asma’ ketika bertemu Rasul). Orang yang mengharamkan wanita memperlihatkan wajah biasanya beralasan dengan kebiasaan wanita Arab dari dulu-dulunya yang menutup wajah mereka, ada si A, si B, si C dan jutaan lainnya yang bisa disebutkan, tapi yang mereka lakukan itu jelas bukan dalil syara’ karena mereka semua bukan al-Hakim (Syari’). Alasan lemah seperti ini dipakai juga oleh penulis artikel itu.
Dalam ilmu ushul fiqih, untuk mewajibkan sesuatu perlu banyak pertimbangan, seperti: Apakah dilakukan terus menerus oleh Syari’?, Apakah ada perintah jelas? Kalau ada perintah jelas, maka seberapa tegas? Apakah ada ancaman bagi yang melanggar? Apakah ada celaan bagi melakukan dan kalau ada seberapa tegas celaannya?. Menurutku fatwa wajib menutup wajah bagi muslimah belum memenuhi semua pertimbangan itu, sama seperti fatwa wajib memelihara jenggot bagi laki-laki yang meskipun banyak ulama yang mewajibkannya tapi Mazhab Syafi’i hanya mensunnahkan saja karena belum memenuhi semua pertimbangan di atas.
2.      Yang wajib ditutup itu hanya aurat, bukan yang lain. Lalu apakah wajah termasuk aurat? Jawabanku sudah jelas bukan. Logikanya, kalau di dunia nyata saja boleh diperlihatkan kenapa di dunia maya tidak boleh?
3.       Adanya kekhawatiran penyalahgunaan foto FB oleh orang yang berniat tidak baik bukan alasan yang cukup untuk mengharamkan meletakkan foto di FB. Kewajiban dan keharaman itu buka hal sepele yang bisa diputuskan berdasar kekhawatiran belaka kecuali kalau hal yang dikhawatirkan begitu intens terjadi secara massive maka dapat berlaku kai’dah sadd al-dzari’ah (menutup celah yang menuju pada kerusakan).
Normalnya, faktor luar yang dapat merubah suatu hukum itu adalah “akibat yang sifatnya pasti” (dalam istilah arabnya adalah “lazim“, bukan lazim dalam bahasa Indonesia yang berarti kaprah itu), misal khamar itu pasti merusak akal, karenanya dilarang dan beda dengan minuman lain. Judi itu pasti merugikan salah satu pihak, karenanya dilarang dan beda dengan transaksi lain yang sama-sama ridho bi ar-ridho (saling rela). Transaksi “pesan barang” (istilah Arabnya adalah salam) seharusnya dilarang karena membeli barang yang belum ada tapi kemudian diperbolehkan karena pasti dibutuhkan orang dan kalau diharamkan pasti repot. Dan lain-lain yang pasti-pasti.
Contoh-contoh faktor yang tidak pasti:
  • Pisau, pedang dan senjata. kesemuanya adalah barang yang punya potensi disalahgunakan, tapi tidak haram karena terjadinya bahaya bagi orang lain dari benda itu tidak bersifat pasti.
  • Mobil, sepeda motor. keduanya berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, tapi bahayanya tidak pasti terjadi. Karenanya, tidak diharamkan.
  • Poligami. hehehehe….. :-) Ini yang kata orang, terutama kata cewek-cewek yang pinter-pinter,  potensi untuk berlaku tidak adilnya sangat besar. Tapi sayangnya ketidakadilan itu tidak bersifat pasti. karenanya tidak haram.
  • dll
Hal-hal yang cuma bersifat potensial (alias belum tentu terjadi beneran) seperti itu belum cukup untuk mengharamkan sesuatu, tapi sekedar “warning” saja bagi yang melakukan.
Kembali ke masalah awal, apakah Foto FB pasti menimbulkan akibat negatif? Jawabannya jelas TIDAK PASTI, hanya sekedar kemungkinan yang itupun kecil bila dilihat dengan objektif. Tentang khawatir fitnah, memangnya fitnah apa yang bisa dimunculkan sebuah foto yang sopan-sopan? Berzina? Hal mesum? Dilecehkan secara seksual? Khalwat? Membangkitkan syahwat? Bikin laki-laki ngiler? Gak bisa toh?! Apalagi kalau fotonya sudah sopan dan tampak bareng suami atau anak. Beda kalau yang muncul bukan fotonya, tapi orangnya, semisal cewek cantik pamer kecantikan (dandan yang mencolok dan “menggoda”), meskipun sudah menutup aurat, di tengah pasar sendirian tanpa mahram atau pasangan, itu baru khawatir fitnah.
Kesimpulannya, aku TIDAK SEPENDAPAT kalau memasang foto di FB diharamkan bagi perempuan secara mutlak, tapi aku SANGAT SEPENDAPAT bila sebaiknya muslimah muda yang menutup aurat dan merasa cantik (kalau gak merasa ya berarti kurang mensyukuri) untuk tidak meletakkan fotonya di FB sebagai akhlak yang utama (makruh meletakkan foto), lebih-lebih kalau fotonya pake berpose gaya-gaya; pake mesam mesem, lirikan maut dan sudut gambarnya dari samping/atas itu kayak yang biasanya dilakukan cewek-cewek di FB; bagiku itu akhlak yang kurang baik karena kayak “menggoda” atau paling tidak seakan mencoba “menarik perhatian lawan jenis” yang bukan pasangan halalnya. Yang melihat sih tetap mubah (boleh) karena biasanya tidak menimbulkan fitnah apa-apa, tapi hukum bagi yang memasang itu perkara lain.
Lain cerita kalau fotonya “membangkitkan syahwat” alias gak sopan seperti foto yang pamer aurat. Yang kayak gini jelas haram. Walaupun fotonya dianggap tidak “membangkitkan syahwat” karena saking biasanya tapi bila menunjukkan aurat, seperti menunjukkan rambut, leher dan sebagainya yang sudah biasa maka tetap haram.

Allah tujuan hidupku

Allah tujuan hidupku
Ku…tak bisa memungkiri
Bahwa ku butuh pertolongan-Mu
Di setiap hembusan nafasku dan lelap tidurku…
        Ku…hanya insan yang lemah
        Takkan bisa jauh dari-Mu
        Di setiap langkahku dan lelah  tubuhku…
Duhai Allah yang maha sempurna
Hidup dan matiku hanya untukmu
Tiada daya dan upaya…
Melainkan dengan pertolongan-Mu…
        Ku…teteskan air mata
        Di setiap malam-malam-Mu
        Berharap ampunan dari-Mu
        Dan ridhoi hidupku…
Duhai Allah yang maha kuasa…
Mudahkanlah segala urusanku
Jangan biarkan aku tersesat
Dalam menempuh ridho-Mu…

Taqdir memang tak bisa di tebak

Alhamdulillah…………………………..diberi kesempatan menonton Film SLUMDOG MILLIONAIRE .Sungguh ada pelajaran yg bisa aku petik, diantaranya  saja  yaitu :
1.Untuk menjadi orang yg kaya ,tidaklah harus pintar otaknya. Walaupun otaknya pas-pasan yang penting ada semangat ,kerja keras dan pantang menyerah.
 2. Untuk menjadi orang  yg kaya,tidaklah harus lahir dari keturunan yg kaya raya juga.Orang miskin atau orang yg sederhana  pun bisa menjadi orang kaya,bahkan lebih kaya dari orang kaya.
3.Untuk menjadi orang yg kaya ,tidaklah harus mempunyai kedua orang tua yg masih utuh ,Anak yatim atau yatim piatu  pun bisa menjadi orang kaya.
4.Untuk menjadi orang  yang  kaya,tidaklah harus mempunyai pendidikan yg tinggi dulu seperti D1,D3,S1,S2…... Apapun gelarnya,itu hanyalah topeng dunia.Dan ijazah itu tidaklah menjamin seseorang menjadi kaya.
5.Adanya kejujuran dalam setiap perkataan yg di ucapkannya yg tidak di miliki oleh kebanyakan orang di zaman sekarang….walaupun ia hanya seorang manusia yg lahir dari keluarga miskin dan kumuh.
6.Dan yg terakhir adalah adanya kekuatan cinta.Dengan cinta semuanya menjadi indah.Dengan cinta semuanya menjadi mudah.Dan dengan cinta semuanya bisa berubah.
Berbahagialah bagi kita yg mempunyai pasangan hidup yg bisa menerima apa adanya diri kita,terutama kekurangan kita.
 

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers
backlink
Freelance JobsPowered by

Selamat Datang Jgn Lupa Comment

Kumpulan Buku Silakan Di Unduh

Kalau Pengin Music .. Tinggal Di Klik,,^_^


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com