Info

SELAMAT DATANG

Selamat datang di Coretan Pujita Kiki Maulana - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel dunia islam (Blogging, Peneyejuk Hati, Goresan Hati, Mengenal Neraka; Goresan hati Dan Lain Lain) yang Kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik

Sekilas Tentang Pujita Kiki Maulana

Nama saya Pujita Kiki Maulana, Saya Bukan Seorang Blogger, Desainer atau Apapun Tapi Saya Hanya Seseorang Yang Ingin Selalu Belajar dan Ingin Tahu Sesuatu Yang Baru...

NASIHAT PENUTUP TAHUN: Hisablah Dirimu Sendiri sebelum Dihisab di Akhirat Nanti


Segala puji bagi Allah yang telah menetapkan sifat fana bagi dunia ini dan mengabarkan bahwa akhirat adalah negeri abadi, dengan kematian dia membinasakan usia yang panjang.

Saya memuji-Nya atas segenap nikmat-Nya yang tercurah dan saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata, Dzat Yang Menundukkan segala sesuatu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Dia telah memperingatkan dari condong kepada negeri ini, shalawat serta salam semoga tercurah kepada beliau dan keluarganya beserta para shahabatnya yang taat dan suci sepanjang siang dan malam.

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan pikirkanlah dunia kalian dan betapa cepat dia berlalu. Bersiap-siaplah menyambut akhirat dan kengeriannya. Setiap bulan yang menghampiri seseorang semakin menyeret dia mendekati ajal dan akhiratnya. Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya lagi baik amalannya, dan sejelek-jelek kalian adalah yang panjang umurnya lagi buruk amalannya. Tidak ada selain apakah seseorang diberi pahala atas ketaatan dan kebaikannya atau diganjar dengan dosa atas kejelekan dan kemaksiatannya, kecuali apabila dikatakan fulan telah wafat. Alangkah dekatnya kehidupan dengan kematian. Dan segala yang akan datang pasti datang. Dan kalian sekarang akan meninggalkan tahun yang telah usai dan usia kalian pun semakin berkurang dan akan menyambut tahun yang kalian tidak tahu apakah kalian akan menyelesaikannya ataukah tidak?! Maka hisablah diri-diri kalian apa yang telah kita perbuat pada tahun yang lalu? Apabila kebaikan, bersyukurlah kepada Allah dan sambunglah kebaikan itu dengan kebaikan. Sedangkan apabila buruk, bertaubatlah kepada Allah darinya dan isi sisa-sisa usia kita (dengan kebaikan) sebelum luput darinya.

Berkata Maimun bin Mihran, “Tidak ada kebaikan dalam kehidupan kecuali bagi orang yang bertaubat atau seseorang yang beramal shalih mencari derajat yang tinggi.” Yakni orang yang bertaubat, kesalahan-kesalahannya gugur disebabkan taubatnya dan orang yang beramal shalih bersungguh-sungguh dalam menggapai derajat yang tinggi dan selain mereka merugi. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling nasihat menasihati di dalam kebenaran dan saling nasihat menasihati di dalam kesabaran.” Pada ayat ini Allah bersumpah dengan waktu yang merupakan zaman dimana manusia tinggal, bahwa setiap manusia berada di dalam kerugian. Kecuali mereka yang memiliki 4 sifat yang disebutkan; iman, amal shalih, saling nasihat-menasihati di dalam kebenaran dan saling nasihat menasihati di dalam kesabaran di atas kebenaran.

Surat yang agung ini merupakan tolok ukur amal perbuatan, dengannya seorang mukmin menimbang dirinya sehingga jelaslah baginya apakah dia termasuk golongan yang beruntung atau merugi. Oleh karena itu Al Imam Asy-Syafi’i berkata, “Seandainya setiap orang mentadabburi surat ini pastilah cukup baginya.” Dan sebagian ulama berkata, “Dahulu orang-orang yang shiddiq merasa malu kepada Allah apabila di hari itu (kualitas) amalannya seperti kemarin hari.” Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak rela hari berganti kecuali amalan kebajikannya bertambah. Dan mereka malu apabila tidak ada kebajikan yang bertambah dan mereka menganggap hal itu sebagai kerugian. Maka dengan bertambah usia seorang mukmin bertambah pula kebaikannya. Barangsiapa kondisinya seperti ini kehidupan lebih baik darinya daripada kematian. Dan pada doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Ya Allah jadikanlah kehidupan sebagai penambah kebaikan bagiku dan (jadikanlah) kematian sebagai penghenti kejelekan dariku”. HR Muslim.

Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Rhadiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang wafat kecuali dia menyesal, apabila dia orang yang baik dia menyesal kenapa tidak lebih baik dan apabila dia orang jahat dia menyesal kenapa dia tidak bertaubat.”

Dan ditampakkan orang-orang yang telah wafat di dalam tidur, ia berkata, “Tidak ada pada kami yang lebih banyak daripada penyesalan dan tidak ada pada kalian yang lebih banyak daripada kelalaian.” Dan sebagian mereka melihat di dalam tidurnya, ia berkata, “Kami menyesal atas suatu yang besar, kami mengetahui tapi kami tidak berbuat sedangkan kalian berbuat tapi tidak mengetahui. Sungguh demi Allah sekali tasbih atau dua kali atau satu rakaat atau dua rakaat yang terdapat di lembaran (amalan kami) lebih kami cintai daripada dunia dan seisinya.”

Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya setiap amalan tergantung penutupannya. Barangsiapa berbuat baik pada sisa umurnya akan diampuni kesalahannya yang telah lalu, dan barangsiapa berbuat buruk pada sisa umurnya akan dihukum atas kesalahan yang telah lalu dan kesalahan di sisa umurnya. Orang-orang yang telah wafat menyesal atas apa yang telah luput dari berbagai kesenangan dunia yang fana. Apa yang telah berlalu dari dunia walaupun pada masa yang lampau sungguh telah hilang kelezatannya dan tinggal sisa-sisanya dan apabila kematian telah datang seolah-olah itu semua tidak ada. Allah Ta’ala berfirman, “Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. (QS. Asy-Syuara’: 205-207)

Dan pada Shahih Muslim dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda, “Allah mengangkat udzur dari hambanya yang Dia panjangkan umurnya sampai enam puluh tahun.” Dan di dalam Sunan At-Tirmidzi, “Usia ummatku antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikir dari mereka yang melewati itu.” Wahai yang bergembira dengan bertambahnya usia, sesungguhnya engkau bergembira atas berkurangnya usiamu.

Berkata sebagian ahli hikmah, “Bagaimana bisa bergembira seseorang yang harinya membinasakan bulannya dan bulannya membinasakan tahunnya dan tahunnya membinasakan umurnya. Bagaimana bisa bergembira seseorang yang umurnya menggiringnya kepada ajalnya dan kehidupannya menggiringnya kepada kematiannya.”
Akan didatangkan di hari kiamat seseorang yang paling panjang umurnya di dunia dari golongan kelas atas yang menelantarkan ketaatan kepada Allah dan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan, kemudian dicelup di neraka sekali celup, kemudian dikatakan padanya, “Apa engkau pernah merasakan kesenangan di dunia sekali saja? Apa pernah engkau melalui kegembiraan di dunia sebentar saja? Maka ia berkata, “Sungguh tidak pernah wahai Rabb! Lupa segala macam kenikmatan dunia pada awal dirasakan padanya azab. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang diberikan pada mereka kesempatan hidup kemudian mereka telantarkan dalam kelalaian dan kesenangan. Dan diberikan pada mereka harta kemudian mereka hambur-hamburkan di jalan syahwat-syahwat yang haram. Ketika mereka merasakan balasan mereka yang pertama, mereka lupa setiap apa yang pernah mereka miliki di dunia dari waktu dan harta dan semua apa yang pernah mereka rasakan dari kelezatan dan syahwat. Merekalah orang-orang yang memusatkan akal-akalnya dan aktifitasnya serta perhatiannya untuk dunia mereka dan mengikuti syahwat perut dan kemaluan mereka dan meninggalkan kewajiban terhadap Rabb mereka dan melupakan akhirat mereka. Hingga datang kepada mereka kematian sehingga mereka keluar dari dunia dalam keadaan tercela, merugi dari kebaikan-kebaikan, sehingga bersatulah pada mereka sakratulmaut dan ruginya kematian. Maka mereka pun menyesal di saat penyesalan tidak lagi bermanfaat, “dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam, dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” Maka, pada hari itu tiada seorangpun menyiksa seperti siksa-Nya, (QS. Al Fajr: 25)

Maka pikirkanlah wahai manusia sekalian! Dengan habisnya tahun habis pula umur seseorang dan pikirkanlah, dengan berpindahnya tahun perpindahan ke negeri akhirat. “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. (Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.Dan barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. (QS. Ghafir: 39-40)

Kematian Pasti akan Datang Menemui Kita



Tidak semua orang dan tidak setiap saat kita mengingat mati. Terkadang kita bertingkah seolah punya nyawa banyak. he..he..
Misal; berkendara ugal-ugalan di jalan, bertingkah sok jagoan neon, dll. Namun ingatlah bahwa kematian pasti datang menjelang. Karena Ar-Rahman telah berfirman:

"Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan." (Al-Anbiya`: 35 )

"Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh." (An-Nisa`: 78 )


Ingat...ingat...? Thing?! Kematian datang tidak memandang ras keturunan, mau dia seorang jagoan atau pecundang, apa dia bangsawan atau bukan, mau dia pejuang atau yang cuma diam. Pokoké kematian jika sudah menjelang, ya mati dech. Tidak perduli apa kita ingat mati atau tidak ingat sama sekali, kalau batas hidup sudah berakhir ,ya TAMAT.

Maka mari kita mengingat mati, sebagai mana telah di sabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan lewat shahabatnya yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

"Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian)." ( HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy- Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, "Hasan shahih." )

Dalam hadits di atas ada beberapa faedah:
- Disunnahkannya setiap muslim yang sehat ataupun yang sedang sakit untuk mengingat mati dengan hati dan lisannya, serta memperbanyak mengingatnya hingga seakan- akan kematian di depan matanya. Karena dengannya akan menghalangi dan menghentikan seseorang dari berbuat maksiat serta dapat mendorong untuk beramal ketaatan.
- Mengingat mati di kala dalam kesempitan akan melapangkan hati seorang hamba. Sebaliknya, ketika dalam kesenangan hidup, ia tidak akan lupa diri dan mabuk kepayang. Dengan begitu ia selalu dalam keadaan bersiap untuk "pergi." ( Bahjatun Nazhirin , 1 /634 )

Sering saya (angger) mendengar ikhwan yang berkata "seorang muslim itu harus cerdas" , sungguh benar perkataan itu, sebagai seorang muslim kita memang harus cerdas, dan seorang muslim yang cerdas adalah muslim yang banyak mengingat mati dan menyiapkan bekal kesana.

Shahabat yang mulia, putra dari shahabat yang mulia, Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma mengabarkan, "Aku sedang duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu berkata, 'Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?' Beliau menjawab, 'Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.' 'Mukmin manakah yang paling cerdas?', tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:

"Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas." ( HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash- Shahihah no. 1384 )

Mari kita berfikir sejenak. Kenapa orang yang mengingat mati dan mempersiapkan bekal kematian di katakan cerdas? STOP!! Sudah habis waktu berfikirnya.

Kita simak perkataan Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu, Beliau berkata, "Ad- Daqqaq berkata, 'Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan giat/semangat dalam beribadah. Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: menunda taubat, tidak ridha dengan perasaan cukup dan malas dalam beribadah. Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?" ( At- Tadzkirah , hal. 9)

Alangkah bodoh dan meruginya diri ini yang hanya mempersiapkan masa depan dunia yang fana dan melalaikan bekal akhirat nan kekal, janganlah engkau wahai jiwa, termasuk orang yang merugi tersebut. Tidakkah engkau baca firman Allah;

"Dan hendaklah setiap jiwa memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)." (Al-Hasyr: 18 )

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan ayat di atas dengan menyatakan, "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan lihatlah amal shalih apa yang telah kalian tabung untuk diri kalian sebagai bekal di hari kebangkitan dan hari diperhadapkannya kalian kepada Rabb kalian." ( Al- Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir , hal. 1388 )

Janganlah engkau menjadi orang yang menyesal kala kematian telah datang karena tiada berbekal, lalu engkau berharap penangguhan.

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata, 'Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat hingga aku mendapat kesempatan untuk bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?'." (Al-Munafiqun: 10 )

Kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri, kehidupan dunia ini sebentar jika di banding di akhirat yang kekal, makanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menasehati seorang sahabat yang tatkala itu berusia muda (berumur sekitar 12 tahun) yaitu Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma. (Syarh Al Arba'in An Nawawiyah Syaikh Sholeh Alu Syaikh, 294 ). Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memegang pundaknya lalu bersabda,

"Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara." (HR. Bukhari no. 6416 )

Lihatlah nasehat yang sangat bagus sekali dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada sahabat yang masih berusia belia.
Ath Thibiy mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memisalkan orang yang hidup di dunia ini dengan orang asing (al ghorib) yang tidak memiliki tempat berbaring dan tempat tinggal. Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan lebih lagi yaitu memisalkan dengan pengembara. Orang asing dapat tinggal di negeri asing. Hal ini berbeda dengan seorang pengembara yang bermaksud menuju negeri yang jauh, di kanan kirinya terdapat lembah-lembah, akan ditemui tempat yang membinasakan, dia akan melewati padang pasir yang menyengsarakan dan juga terdapat perampok. Orang seperti ini tidaklah tinggal kecuali hanya sebentar sekali, sekejap mata." (Dinukil dari Fathul Bariy, 18 /224 )
Negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah dunia dan negeri tujuannya adalah akhirat. Jadi, hadits ini mengingatkan kita dengan kematian sehingga kita jangan berpanjang angan-angan. Hadits ini juga mengingatkan kita supaya mempersiapkan diri untuk negeri akhirat dengan amal sholeh.

Mengingat Mati


Banyak manusia yang ketakutan jika mendengar kata atau membaca kalimat yang berkaitan dengan mati atau kematian.
Mengapa demikian?
Mungkin banyak manusia yang berfikir bahwa dirinya masih banyak dosa, setiap harinya masih bergelimang dengan maksiat, atau belum bertobat dari pekerjaan yang melanggar aturan Tuhan….dll.

Mungkin juga banyak manusia yang takut mati karena dia berfikir bahwa harta bendanya masih banyak, jika mati bagaimana dengan harta yang selama ini ditumpuk-tumpuknya. jika saya mati bagaimana dengan isteri saya yang cantik, bagaimana dengan anak-anak saya yang tercinta, intinya mereka masih belum siap mati karena hati dan pikirannya masih pada hal DUNIAWI.


Ada juga orang yang tidak takut mati, mereka berfikir bahwa kematian sudah pasti akan terjadi dan tidak bisa ditunda-tunda, kematian sudah pasti dan kita tidak tahu kapan terjadinya, untuk itu sebelum kematian datang menjemput mereka sudah mempersiapkan diri dengan amalan-amalan seperti yang diperintahkan Allah Swt. dan meeka senang dengan kematian tersebut. artinya adalah mereka akan segera terbebas dari kampung dunia yang hina dan miskin, kemudian menuju kampung akherat yang penuh dengan kenikmatan seperti yang dijanjikan Allah Swt.

Ada juga orang yang tidak takut mati karena nekat, karena mereka tidak tahu hakekat hidup. mereka berpandangan bahwa hidup didunia adalah sekali, dunia ini adalah akhir dari pada kehidupan. Jika manusia mati maka tamatlah riwayatnya sebagai manusia. mereka berfikir tidak ada lagi kehidupan baginya setelah mati. mereka berfikir neraka dan surga atau siksa dan bahagia adalah pada saat hidup didunia.
pada saat didunia hidup bahagia maka mereka telah menemukan surga, sebaliknya pada saat mereka hidup didunia miskin dan menderita, maka mereka menganggapnya bahwa itulah neraka.

Menurut Imam al Ghazali, sesungguhnya mati itu hanya sekitar lima menit yaitu ketika ruh berada ditenggorokan untuk suatu proses dicabutnya ruh oleh Malaikat. Kemudian manusia itu akan kembali hidup di alam yang berbeda.
Ketahuilah bahwa semua apa yang ada didunia ini adalah berasal dari Allah dan akan kembali lagi kepada Allah. dan ketahuilah apa yang ada di alam semesta ini semuanya berotasi, demikian juga dengan kehidupan kita berotasi.
Pertama sebelum manusia berada di alam rahim maka, semua dikumpulkan di ALAM RUH, kemudian kita pindah kepada alam berikutnya yaitu ALAM RAHIM, tidak berapa lama di alam rahim berpindah lagi di ALAM DUNIA, beberapa lama di alam dunia, manusia harus berpindah lagi ke ALAM KUBUR atau yang dikenal dengan ALAM BARZAH, setelah sekian lamanya dan sesuai dengan ketentuan Allah Swt, manusia kembali berpindah menuju ALAM AKHERAT, yang pada akhirnya kita kembali lagi menghadap kepada Allah yang Maha Memiliki dengan mempertanggung jawabkan hasil perbuatan yang dilakukan pada saat didunia.

Saudaraku …. pada saat ini kita hidup di alam dunia, alam penentuan apakah kita mendapatkan kebaikan atau siksaan nantinya. Kadang manusia lupa dengan itu semua, karena kesibukan kerja dan duniawi. hingga akhirnya pada saat kematian datang kagetlah dia, rugilah dia.

Maka Rasulullah bersabda dalam hal ini, “Perbanyaklah mengingat mati, karena hal itu dapat membersihkan dosa dan mendorong sikap zuhud terhadap dunia. ”

Nabi juga bersabda ,”Kematian sudah cukup sebagai hal yang dapat menyebabkan perpisahan.” atau nabi juga bersabda ,” Cukuplah kematian sebagi sesuatu yang memberi nasehat.”

Rasulullah Saw pernah keluar ke masjid, beliau mendapatkan kami sedang berbincang dan ketawa-ketawa, Beliau bersabda,”Ingatlah mati. Ingat… demi Tuhan yang jiwaku ditangan-Nya, seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, tentu kamu akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis.”

Ada sahabat dari Anshar yang bertanya Siapakah orang yang paling cerdas diantara orang-orang yang cerdas dan yang paling mulia diantara manusia, Yaa..Rasulullah?
Beliau bersabda,” Yaitu mereka yang paling banyak dalam mengingat mati dan yang paling kuat dalam mengadakan persiapan menghadapinya. Mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa keagungan dunia dan kemuliaan akherat.”

Aisyah ra bertanya ,”Yaa Rasulullah, apakah ada seseorang yang akan dihimpun bersama orang-orang yang mati syahid?
Beliau menjawab,”Ya,yaitu orang yang mengingat mati duapuluh kali dalam sehari semalam.”

Saudaraku …mari kita renungkan apakah selama ini, kita termasuk orang yang selalu ingat mati atau justru jauh dari itu.
mari sebelum kematian datang kepada kita pada waktu yang tidak pernah ada yang tahu kecuali Allah. maka mari kiat jalankan perintah Allah dan tinggalkan apa yang dilarang-Nya.

DOA KU

Ya Allah.........
berilah hamba-Mu kemudahan untuk mendapatkan pendamping hidup
berilah pendamping hidup yang dapat menjaga kesucian dirinya dan kesucian diriku
yang bisa membahagiakan aku dan dirinya
yang bisa menjaga kehormatan keluarganya dan keluargaku
yang bisa membawa kami ke jalan mu hingga menuju surgamu
Berilah hamba-Mu pendamping hidup yang shaleha
yang bisa memberi kedamaian di hati


Ya Rabb.........
jika dia diciptakan untuk ku
maka dekatkanlah dia padaku
bukalah pintu hatinya, luluhkanlah hatinya
agar hamba-Mu bisa mengisinya dengan cinta dan kasih sayang

Ya Allah
kabarkanlah kepada kedua Orang Tuanya
bahwa hamba-Mu ini sangat mencintainya
hambamu ini sangat menyayanginya
dan akan selalu menjaga dan membahagiakannya

Ya Rabb.....
sucikanlah dia untuk ku
relakanlah dia pada ku
halalkanlah dia untuk ku

hamba-Mu ingin mengikuti jejak Rasul-Mu
menjadi khalifah yang sempurna di dunia ini

Ya Rabb.....
terima kasih telah memberikan aku kesempatan
telah mempertemukan aku dan dia
telah memberikan cintanya padaku

berilah hamba-Mu kekuatan untuk menjaga amanah Mu ini
hamba-Mu ikhlas atas semua keputusan Mu
hamba-Mu hanya mampu berusaha, berdoa dan ikhtiar
aku mohon Ridho Mu........Amien

Doa Pagi dan Sore

Bismilahiromannirohim..
Allohumma bika amsainaa, wa bika ashbahnaa, wa bika nahya wa bika namuutu wa ilaikal mashir
“Wahai Alloh, karena Engkau kami mengalami waktu petang dan pagi, dan kerena Engkau kami hidup dan mati, dan kepada-Mu kami kembali”

TUJUH GOLONGAN YANG AKAN BERNAUNG DI BAWAH ‘ARSY KELAK PADA HARI KIAMAT

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu (RA) meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
"Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi di bawah ‘Arsy-Nya pada hari yang tidak ada tempat bernaung, kecuali naungan-Nya, yaitu :
1. Pemimpin yang adil;
2. Pemuda yang giat beribadah kepada Allah;
3. Orang yang berdzikir kepada Allah di tempat yang sunyi sampai air matanya mengalir karena rasa takutnya kepada Allah;
4. Orang yang hatinya selalu terkait dengan masjid saat ia keluar sampai kembali lagi masuk masjid;
5. Orang yang bershadaqah dengan sembunyi-sembunyi sehingga orang lain yang ada di kanan kirinya tidak mengetahuinya;
6. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, maka mereka berkumpul dan berpisah semata-mata karena Allah; dan
7. Lelaki yang diajak berbuat mesum oleh wanita cantik, tetapi ia menolaknya dengan berkata: ’Aku takut kepada Allah.’"
Shadaqah yang dianjurkan untuk diberikan secara sembunyi-bunyi adalah shadaqah yang sifatnya sunnah, bukan wajib, seperti zakat.
Abu Syamah telah menyebutkan tujuh golongan tersebut dalam sebuah syair: Nabi Al-Mushthafa telah bersabda : "Sesungguhnya ada tujuh orang yang akan Allah naungi dalam naungan-Nya yaitu yang saling mencintai karena Allah, memelihara kesucian diri, sejak muda tumbuh dalam ibadah, tulus bershadaqah, menangis karena Allah, kalbunya bergantung di masjid, dan pemimpin yang adil."

Kehidupan Sang Elang

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali.
Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!
 

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers
backlink
Freelance JobsPowered by

Selamat Datang Jgn Lupa Comment

Kumpulan Buku Silakan Di Unduh

Kalau Pengin Music .. Tinggal Di Klik,,^_^


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com