Info

SELAMAT DATANG

Selamat datang di Coretan Pujita Kiki Maulana - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel dunia islam (Blogging, Peneyejuk Hati, Goresan Hati, Mengenal Neraka; Goresan hati Dan Lain Lain) yang Kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik

Sekilas Tentang Pujita Kiki Maulana

Nama saya Pujita Kiki Maulana, Saya Bukan Seorang Blogger, Desainer atau Apapun Tapi Saya Hanya Seseorang Yang Ingin Selalu Belajar dan Ingin Tahu Sesuatu Yang Baru...

Lagi Belajar Melupakan Orang..


Ijinkan aku belajar melupakanmu. Aku yakin, kau pasti menginginkan aku mempelajari itu. Namun aku ragu, benarkah tidak ada setitik cinta pun di hatimu terhadapku. Setelah semua kenangan yang kita ciptakan. Setelah semua memoriku terisi oleh namamu.
Maafkan aku jika membuatmu tersakiti. Katakan saja jika memang iya, karena aku bukan orang yang mampu mengerti letak dimana salahku.
Mengapa hanya diam. Mengapa hanya mengacuhkan. Atau memang begitu caramu untuk mencampakkan?
Aku sadar. Mungkin dalam perjalanan panjang kita pun engkau telah tersadar. Aku tak pantas untukmu. Aku hanyalah serpihan debu yang tak berarti, sedangkan engkau laksana puteri bagiku. Jujur, aku selama ini tersilau.

Apa hanya cukup dengan maaf? Lantas kau pergi meninggalkan aku seolah tak pernah terjadi apa-apa diantara kita. Semudah itukah kau melupakan.
Jujur, jalan pikiranmu tak pernah kumengerti. Baru semalam engkau berkata suka, paginya kau campakkan aku dalam kesepian.
Sekarang, ijinkanlah aku belajar melupakan. Melupakan semua kenangan yang ada dalam memori ini. Melupakan semua tawamu, melupakan semua kebaikanmu, melupakan semua tatapan itu. Ijinkanlah aku buyar dalam hitam pekat tak bermasa yang kan selalu abadi.
Dulu, kau menarikku dari kesepian. Engkau ibarat cahayaku dalam kegelapan. Sekarang, setelah takdir kita selesai, aku kan kembali berada dalam gelapku tanpa cahayamu.
Aku heran, kemana dulu ucapan-ucapan mu tentang “telah kutemukan kekasih sejatiku.” Aku ingin mendengarkannya untuk terakhir. Lalu menutupnya dalam peti yang tak akan pernah kubuka lagi.
Haruskah aku menjadi paranoid dalam cinta? Belajar dari kisah bahwa cinta hanya ada untuk menyakiti. Belajar untuk menyakiti dahulu agar aku tak tersakiti?
Sumpah sayang, aku tak pernah menginginkan itu. Cukuplah aku yang berlinang air mata, tetapi jangan engkau. Kubiarkan engkau datang dan pergi sesukamu, namun jangan larang aku untuk terus menunggumu. Karena aku adalah lelaki matahari.
Tahukah kamu apa itu lelaki matahari? Sudahkah aku menceritakan kepadamu? Nanti, tunggulah nanti aku akan menceritakannya. Tunggulah saat itu agar engkau mengerti.
Di sini, aku terus menunggumu…
Menunggu sembari aku meringkuk dalam sepi. Sembari mengucapkan doa agar engkau bahagia. Tak perlu engkau mengeja lagi perasaan hatiku dan meminta maaf karena telah menyakitiku. Sebelum kau berkata itu, aku telah memaafkanmu.
Bahkan temanku heran melihatku betapa aku mencintaimu. Bahkan dia berkata, “Ben, sebenarnya apa lagi sih yang loe harapin dari dia? Hidup loe masih panjang Ben… masih banyak yang harus loe pikirkan. Bukan cuma dia!
Kejarlah mimpimu sayangku. Aku akan selalu mendukungmu, bahkan jika kelak engkau ingin meruntuhkan langit yang menaungi kita, aku juga akan turut berperang bersamamu.
Bahkan jika suatu hari engkau telah berhasil memilih pria yang akan berdiri di sampingmu. Bahkan jika pria itu bukan aku, aku tetap akan selalu mendukungmu selama cinta ini masih di dalam hati.
Jujur, aku ingin tak lagi mengganggumu. Aku sudah berusaha, tetapi selaksa rindu menyerangku. Maafkan aku yang terlalu mencintaimu. Maafkan aku yang tak sanggup menahan serangan itu. Tetapi sayangku, aku akan belajar. Aku akan belajar bagaimana cara agar aku tak mengganggumu lagi.
Maka, ijinkan lah aku melupakanmu. Ijinkan aku belajar melupakan semua kenangan tentang kita. Melupakan semua kisah yang terjadi.
Saat aku menulis tulisan ini, aku masih sangat mencintaimu walau ku tahu engkau tak lagi mencintaiku. Bukankah engkau pernah begitu arogan dan emosi saat kukatakan “sayang” dan engkau menjawab, “Beni, kita bertemankan. Sudahlah, jangan pernah berbicara itu lagi.
Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku. Maafkan aku untuk semua salahku dan ijinkanlah aku belajar melupakanmu.
Andaikan aku boleh memilih, aku ingin kita tetap bersama. Tetapi sudahlah, aku rasa engkau tak akan mau. Ada banyak pria di sekelilingmu. Ada banyak pria yang lebih pantas untukmu daripada aku.
Sayangku, semoga engkau bahagia. Aku selalu berharap yang terbaik untukmu.
Huff… belajar melupakan. Semoga ini mudah…

Gimana Cara Menilai Secara Adil


Menilai secara adil adalah salah satu bentuk tersendiri yang sulit untuk ditempuh. Sering kali ketika kita telah membenci seseorang, kita tidak mampu adil dalam menilai. Terlalu banyak distorsi yang terjadi saat kita menilai orang yang kita benci.
Dalam pergaulan, saya bertemu dengan orang-orang yang membenci orang lain. Di mata mereka, setelah datangnya kebencian maka hal-hal yang terbaik yang tercetus dari mereka-mereka yang dibenci pun tidak dianggap, malah dikategorikan sebagai salah satu kemunafikan. Mereka yang dibenci adalah orang-orang yang memang terlahir untuk salah.
Begitu pula sebaliknya. Ketika kita mencintai seseorang, maka kita memandang segala hal dengan sebelah mata. Mata seseorang yang sedang jatuh cinta sering kali buta, tidak mampu menilai letak kesalahan seseorang. Hal yang seharusnya salah dibenarkan dan yang memang benar lantas diagungkan.
Selanjutnya, manusia sering kali bingung dalam menilai secara adil bila itu berkaitan dengan dirinya. Ego manusia bekerja bagaimana dia tetap survive terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Karenanya tidak jarang kita melihat orang yang masih saja membenarkan segala kesalahan-kesalahan yang terjadi oleh pribadinya. Seringnya, kesalahan-kesalahan itu adalah bagian paling fatal yang seharusnya tidak diperbuat.
Tuhan pernah berkata. Kata-Nya pada suatu ketika, “Janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.
Teramat benar! Terlalu sering, kita, ego kita, sekutu kita, menilai sesuatu dengan timpang dengan sudut pandang keegoisan. Segala sesuatu yang boleh jadi benar namun ketika dilakukan oleh orang-orang yang kita benci akan dianggap sebagai suatu kesalahan.
Pada beberapa waktu, saya sering mendengar orang-orang yang mencibir mereka yang melakukan kegiatan amal. Dalam cibiran mereka itu dikatakan bahwa para dermawan itu adalah sekumpulan munafik! Mereka adalah anjing berbulu domba. Aku bertanya, why? kenapa! Kata sekumpulan orang-orang itu, para dermawan itu sedang mencoba membeli iman-iman dari orang-orang yang mereka bantu. Jika memang demikian, mengapa bukan kita saja yang membantu, alih-alih mencibir para dermawan yang sedang memberikan sedikit belas kasihan mereka kepada sebagian yang lain.
Di lain sisi, kita sering kali menyindir dengan kata munafik kepada orang-orang yang sedang mencoba berbuat kebaikan. Kita mengeneralisir permasalahan. Suatu hari kita menuduh orang ini, orang itu, dengan munafik atas kesalahan-kesalahan kecil yang mereka lakukan. Orang-orang dengan jilbab lebar kita tuduh mereka munafik, ustad-ustad yang mencoba berbuat baik, mencoba menundukkan hawa napsunya kita tuduh dengan munafik. Kita lantas tertawa ketika berkata, “coba di depan si ustad ada miyabi, napsu juga dia.
Aneh! Sungguh aneh!
Bagaimana cara kita menilai tokok seperti Aa Gym dan coba kita bandingkan dengan Ariel. Aa Gym melakukan poligami, halal, dan tidak memungkiri bahwa manusia itu adalah makhluk yang diberikan napsu namun manusia diberi akal untuk menundukkan napsu itu. Namun kita lebih merasa memahami, menyetujui sebuah tindakan lain di mana sebuah tontonan manusia yang sedang bergelut dengan napsunya. Hal yang demikian tidak kita anggap kemunafikan.
Aneh! Sungguh aneh! Kita tidak mampu menilai secara adil.
Adil adalah ukuran yang kita berikan terhadap sesuatu. Bila batasan adil atau kebenaran adalah relatif, maka diperlukan suatu tolok ukur agar yang relatif menjadi absolut, atau minimal mengurangi sifat bias yang berlaku atas nama “relatif”. Ini tergantung dari sisi mana kita melihat sebuah keadilan.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, acuan apa yang kita gunakan dalam menilai suatu keadilan?
Janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil” — Teman, cobalah menilai sesuatu itu dengan keadilan, kita emosi ikut campur dalam urusan menilaimu maka tangguhkan dulu penilaianmu hingga logika kembali di depan. Jika engkau belum mampu, sudah saatnya kita sama-sama belajar, mencoba menilai sesuatu secara adil.

Yaa Allah Belum Juga Memberiku Petunjuk


Aku sudah berdoa, memohon dan meminta kepada Allah agar Ia memberiku pentunjuk atas apa yang sedang aku alami. Tapi kenapa Allah belum juga memberiku sebuah petunjuk?
Pernah mengalaminya? Ya, setiap orang mungkin akan mengalami jika benar-benar sedang pusing dan bingung untuk menentukan pilihan yang terbaik. Terutama masalah pasangan hidup. Tak sedikit dari mereka yang melakukan shalat istikharah dengan berharap mendapatkan petunjuk dari Allah, Al Hadii, namun belum juga mendapatkan jawaban atau pentunjuk dari-Nya.
Semoga kita tidak termasuk orang yang berpikiran buruk kepada Allah karena belum dikabulkannya doa dan permohonan kita.
Jika semua yang kita kehendaki harus kita miliki, dari mana kita belajar keikhlasan.. Jika semua yang kita impikan harus segera terwujud, dari mana kita belajar kesabaran.. Jika setiap do’a yang kita panjatkan langsung dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar berikhtiar.. Jika kehidupan kita selalu bahagia bagaimana kita dapat mengenal Allah lebih dekat.. Tetaplah YAKIN dan PERCAYA bahwa segala Ketentuan-Nya adalah yg TERBAIK untuk kita..Dalam konteks kali ini, tentang petunjuk yang ditunda oleh Allah. Salah satu alasannya adalah karena kita belum siap dan waktunya belum tepat. Kita belum siap akan konsekuensi atas petunjuk yang Allah berikan kepada kita dalam waktu dekat ini.Contoh, ketika seorang remaja yang merasa dirinya benar-benar sedang merasakan cinta dan kemudian berharap agar dia bisa menjalin hubungan yang lebih diridhoi Allah, dia memohon petunjuk pada Allah. “Apapun yang kau berikan, aku yakin engkau akan memberikan yang terbaik bagi setiap hamba-Mu, berilah kami kelapangan dada pada apapun yang menjadi keputusan-Mu nanti, berikanlah hamba petunjuk-Mu ya Allah”Namun, petunjuk Allah tak kunjung datang. Maka yakinlah, itu bukan karena Allah tidak sayang kepada kita, itu bukan karena Allah tidak baik pada hamba-Nya, tetapi karena kita belum siap dan waktunya belum tepat. Entah itu karena kita terlalu muda, belum siap secara finansial, masih dalam tahap pendewasaan, belum siap untuk menjadi imam/ibu yang baik bagi keluarga ataupun yang lainnya.Yang perlu kita lakukan adalah tetap berikhtiar dan tawakal kepada Allah. Tetaplah berjuang untuk menjadi yang terbaik, karena orang yang baik akan mendapatkan yang baik pula. Dan itu sudah dijanjikan, maka kita tak perlu meragukannya. Suatu saat Allah pasti menunjukkan jalan terbaik untuk kita. Amin.

Sebuah I’qro


Cobalah untuk membaca apa yang bisa di baca
Masih banyak di sekitar kita yang mungkin belum terbaca
Awali dari membaca siapa diri anda..
Siapa orang tua anda..dan
Siapa di sekitar anda…

Hidup terlalu singkat untuk tidak di maknai
Kuliah terlalu singkat…
Jika anda merasa pintar
Jangan berbesar hati
Jangan nikmati seorang diri
Jika anda merasa kurang
Jangan berkecil hati
Semua tak ada yang abadi
Baca…dan cobalah untuk berbagi

Banggalah jika anda mampu berbagi
Banggalah Jika anda mampu memberi
Dengan berbagi ciptakan sejuta prestasi
Di kemudian hari

We must be better next time
For my students

Sesuatu Yang Membuat Aku Sedih..


Saya adalah seseorang yan menyadari kelemahan diri. Dengan modal hal itu, saya berusaha menghargai kekurangan orang lain. Sangat menghargai. Di mata Tuhan, saya tidak pernah merasa bahwa saya ini umat terbaik. Saya sangat jauh dari kesempurnaan umat.. Dan saya tidak pernah memaksa orang lain untuk mejadi sesuatu yang ideal..
Kejadian hari ini membuat saya sedih.. Sedih saat maksud baik dianggap suatu hal yang menunjukkan kesombongan.. Naudzubillah, sungguh tidak pantas saya bersikap seperti itu.. Saya paling sedih di saat seperti ini. Saat orang lain menyangka yang tidak-tidak tentang niat baik saya. Saya hanya orang yang tidak mengerti.. Tolong jangan samakan saya dengan mereka. Lihatlah saya sebagaimana seorang pribadi. Bukan kebanyakan..
” hanya Allah SWT yang paling tau maksud hati umatNya.. “

SEMUA INI ADALAH KARENA-NYA Dan ATAS KEHENDAK-Nya....


aku tak bisa berucap banyak akhir pekan ini, hanya diam selebihnya tersenyum. Alhamdulillah...meski aku merasakan suasana hatiku yang sedang genting,Allahu ya rabbi, kuatkan hamba untuk menjalani semua ini,kehidupan yang aku jalani terkadang membuat aku lelah, marah dan tak satu pun ada yang bisa mengerti aku, selain KAU ya Rabbi..., aku menangis sendirian, dalam keramaian, dalam kesendirian dalam senyuman dalam kebahagiaan.Ya Allah ya Tuhan ku..., kuatkan aku, aku ingin melihat mereka bahagia dengan rahmatMU, aku tidak ingin mengecewakan utuhnya jiwa mereka, aku tak mau menyakiti siapapun, sudah cukup aku saja, tapi bukan mereka. Sampai kering pun air mataku ya Allah sungguh aku mencintai mereka karenaMU, dan begitu pula aku tak suka mereka karenaMU. Bukan kemunafikan yang di sini aku utarakan, bukan mau berlebihan di sini aku sampaikan. Seorang wanita mengajariku banyak hal tentang hidup dalam salah dan benar nya ia bersikap, betapa kerasnya hidup ini, bagaimana bisa bertahan mengenali semua banyak pihak, dan dialah IBUku..., dia yang mengajarkan banyak hal tentang hidup ini. Berjuang dalam hidup yang berliku mengarungi hitam putihnya kehidupan, yah..itu semua BUKAN suatu yang mudah saja kita jalankan ...Tuhan memberikan kita kekuatan untuk menerima ini semuanya. Ada satu hal yang selalu mengingatkan aku, SEMUA INI ADA KARENA-NYA....debu debu yang berterbangan pun itu dikehendakiNYA untuk didatangkan angin, pagi siang dan malam berganti, waktu yang berlalu, Subhannallah.....Allahu Akbar. Ibu...aku ingin ibu tahu, ibu adalah inspirasiku dalam menjalankan kehidupan ini, meski banyak hinaan cercaan, pahit yg harus ku telan, sakit terluka yang harus aku terima dengan salah atau benar, aku pasrahkan saja pada Allah yang memegang hidupku, yang membawa jiwaku, yang berkehendak atas semua dan segalanya. Kesedihan ku, bukan hal yang penting untukku teliti dalam nafasku. Aku ingin melihat orang orang yang aku cintai , mereka bahagia atas rahmatMU ya Allah. Jujur saja aku bukan orang yang tak lepas dari kemarahan dan emosional, tapi atas sakit hati yang aku terima dari mereka yang menyakiti aku, dengarkan aku ya Allah...aku serahkan semua ini padaMU, aku memang pernah ingin mereka merasakan sakitnya hatiku perihnya asaku, atas apa yang mereka semua lakukan terhadapku, agar mereka lebih bisa menjaga perasaanku, dalam sujudku ya Allah...Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih ...semoga Kau mengasihi aku sebagi hambaMU, berikan aku ketegaran jikalau semua ini terbaik bagi ku, ampuni segala dosa ku, ya Allah, maafkan kesalahan kesalahanku,dan kali ini, sungguh aku tak bisa menghadapinya sendiri, aku selalu membutuhkan MU ya Allah, beri aku petunjukMU, aku tidak ingin menyakiti hati siapapun ya Rabbi. Ajarkan aku kasihMU, cintaMU yang ikhlas memberi tanpa menerima. Amin.....
Di sudut kekeringan, aku mencoba mencari kedamaian, dalam setumpuk keputus asaan aku bertahan, dan dalam luka aku terdiam untuk tersenyum demi kebahgiaan. Semua berlalu.. bukan karena mauku, karena memang beginilah adanya, Allah sudah mengatur ini semuanya, aku hanya harapkan.. jika nanti aku meninggalkan dunia dan seisinya aku bisa pergi dengan kebahagiaan, dan tanpa meninggalkan luka dan sakit hati. Allah Maha Pemberi, aku bersyukur, karena ku bisa dilahirkan dari rahim seorang wanita yang kuat, aku bisa dikenalkan olehnya tentang apa yang ada di dunia ini, dan bagiMU ya Allah sungguh segala PUJI dan syukurku hanya untukMU, Terimakasih ya Allah, KAU telah menghadirkan aku dalam dunia ini, memberikan aku pelajaran yang sgt banyak, mempertemukan orang yang bisa aku cintai yang juga meyayangi aku, dan KAU lah yang memberikan aku perasaan ini, memberikan aku hidup dan bagaimana hidup dgn hidup yg sebenarnya,

terimakasih ya Allah, bahagiakan mereka, sayangilah mereka, dan sayangi juga kasihi lah aku dengan segenap hatiku ya Rabbi, seutuhnya jiwaku , aku berpasrah dan serahkan perasaan, ingin, cita dan cintaku padaMU.

Aamiin...


Sebuah Ungkapan UntukMu Saudaraku


Hidup dan Mati itu urusan Tuhan, kalau kamu merasa ajal tinggal sejengkal itu mungkin lebih baik, maka itulah caraNya memperingatkanmu agar kamu senantiasa mendekatkan diri kepadaNya. Masih beruntung,kamu pernah merasakan kenyamanan hidup,orangtua yang cukup,kasih sayang yang cukup,pekarjaan yang yah,, lumayan mudah kamu dapat. di bumi ini masih banyak yang lebih tak beruntung darimu, udahlah jangan berkeluh terus, sukurilah apa yang pernah Tuhan berikan untukmu,

capek katamu!! pada dasarnya semua orang itu pernah merasakan capek, karena itu sudah naluri, tapi capek itu bisa di hilangkan sayang, dengan berenjoy-enjoy, berhusnudzan,berprasangka baik terhadap sang pencipta, di dunia ini tak ada sesuatu ciptaanpun yang sia-sia di ciptakan, semuanya pasti bermanfaat. suka,duka,derita,kecewa, penyakit,smua itu bermanfaat. dan yakinlah apapun yang kamu dapat dulu, sekarang dan esok adalah pemberian Tuhan,di mana pemberian itu adalah sebaik-baik kasih sayang dari Allah, yakinlah. jika kamu sakit hari ini, maka itulah yang terbaik,jika kamu tertawa hari ini, itu juga yang terbaik, jika kamu menangis hari ini maka itu yang terbaik, dan kalaupun kamu mati hari ini maka juga yang terbaik. so psitif tinking aja, insyaAllah hatimu tak tersiksa.


semangat ya sayang, usaha terus, jangan pernah menyerah, yakinlah Allah selalu mendengar do'a umatnya, Allah sangat menghargai usaha, bahkan dia sudah berfirman dalam ayatnya "dan tidaklah aku merubah takdir suatu kaum,tanpa dia berusaha" (kira-kira begitu), jadi teruslah berusaha untuk kesembuhanmu sayang,... tidak ada yang tak mungkin di dunia ini, dokter bisa salah periksa, bisa salah duga, percayalah Allah maha penyayang.

banyak bertaubat,banyak berdoa, tapi... kalau berdoa jangan mulu-mulu minta kesembuhan,jangan melulu minta umur panjang,tapi... berdoalah agar engkau di mampukan dalam meniti roda kehidupan, agar hidupmu bermanfaat bagimu,bagi orang lain, dan bagi kahidupan dunia juga akherat. berdoalah agar engkau di mampukan menghadapi ujian dariNya. GOOD LUCK


 

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers
backlink
Freelance JobsPowered by

Selamat Datang Jgn Lupa Comment

Kumpulan Buku Silakan Di Unduh

Kalau Pengin Music .. Tinggal Di Klik,,^_^


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com