Info

SELAMAT DATANG

Selamat datang di Coretan Pujita Kiki Maulana - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel dunia islam (Blogging, Peneyejuk Hati, Goresan Hati, Mengenal Neraka; Goresan hati Dan Lain Lain) yang Kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik

Sekilas Tentang Pujita Kiki Maulana

Nama saya Pujita Kiki Maulana, Saya Bukan Seorang Blogger, Desainer atau Apapun Tapi Saya Hanya Seseorang Yang Ingin Selalu Belajar dan Ingin Tahu Sesuatu Yang Baru...

SIKSA KUBUR DAN NIKMAT KUBUR, ADA ATAU TIDAK?

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Mus­lim, disebutkan bahwa di alam kubur nanti, manusia akan diberi isyarat akan hasil amal perbuatannya di dunia beserta hasilnya. Yang baik akan mendapat sorga dan yang jahat akan menjadi penghuni neraka. Hadits dimaksud berbunyi:
Artinya: “Sesungguhnya apabila meninggal salah seorang di antara kamu, maka dinampakkan kepadanya setiap pagi dan sore, tempat tinggalnya. Jika ia termasuk ahli sorga, maka sorgalah tempatnya. Dan apabila ia ahli neraka, maka nerakalah tempat tinggalnya. Kemudian dikatakan: “Inilah tempat tinggalmu, sampai nanti engkau dibangkitkan pada hari kiamat.” [Hadits Riwayat al-­Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar]
Dengan ditunjukkannya hasil kebaikan yang akan diberikan nanti, merupakan kenikmatan. Sebaliknya, bila diperlihatkan akibat yang akan diberikan kepada seseorang yang berbuat jahat, merupakan hukuman atau siksa.
Di samping itu, dijumpai pula riwayat yang menyebutkan adanya siksa kubur, seperti hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ketika Rasulullah saw melewati dua kuburan, beliau bersabda:
Artinya: “Sesungguhnya keduanya tidak disiksa kubur, karena sebab yang besar. Satu di antara keduanya disiksa karena tidak bersih dari air kencingnya, dan yang satu lagi karena suka mengadu­-domba. Kemudian Nabi meminta untuk diambilkan pelepah kurma dan membelahnya menjadi dua, seraya bersabda: “Mudah-mudahan meringankan mereka selama belum kering keduanya.” [Hadits Riwayat al-Bukhari dan Muslim]
Mengenai siksa kubur bagi yang berbuat dosa, tidaklah diragukan, mengingat tuntunan Nabi saw yang selalu dibaca pada waktu shalat (doa setelah tahiyyat akhir), yang isinya memohon perlindungan dari empat hal, yaitu: dari siksa jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan fitnah mati, serta memohon perlindungan dari fitnah Dajjal. Dasar ini diriwayatkan antara lain oleh Muslim.

Ketika Orang Tua Tidak Merestui Calon Kita~

~Ketika Orang Tua Tidak Merestui Calon Kita~~ ♪♫•*¨*•.¸¸❤ﷲ❤¸¸.•*¨*•♫♪♪♫•*¨*•.¸¸❤ﷲ❤¸¸.•*¨*•♫♪♪ * *** Y_Y بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ikhwah… Perlu kita ingat kembali bahwa hukum w…anita menjalin hubungan dengan laki-laki yang bukan mahram (pacaran) adalah haram, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama. Allah Ta ’ala berfirman: “Dan janganlah kalian mendekati zina, karena ia merupakan suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. ” (Qs. Al-Isra’: 32) Ayat ini melarang dan mengharamkan kita untuk mendekati zina, apapun bentuknya. Dan diantara bentuk perbuatan mendekati zina adalah pacaran. Ingat pula sabda Nabi – shallallahu ’alaihi wa sallam-: “Sesungguhnya Allah mentakdirkan untuk anak adam, bagian zina yang ia pasti akan melakukannya. Maka zinanya mata adalah melihat, zinanya lisan adalah dengan bertutur kata, dan hatinya berangan- angan dan menyenangi sesuatu. Sedang kemaluannya, bisa jadi ia menuruti semua itu, dan bisa juga ia tidak menurutinya. ” (HR. Bukhari no.6243, Muslim no.2657) “Andai saja kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan penusuk dari besi, itu lebih baik bagi dia, daripada memegang wanita yang tidak halal baginya. ” (HR. Thabarani, dan di- shahih-kan oleh Albani dalam Silsilah Shahihah, hadits no: 226) Dan Islam tidak melarang sesuatu, kecuali karena adanya banyak mafsadah di dalamnya, atau mafsadah-nya lebih besar dari pada manfaatnya. Baik mafsadah itu kita rasakan langsung atau tidak. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada Allah dan bertaubatlah, karena Rasul – shallallahu ’alaihi wa sallam- juga bersabda: “ Setiap anak adam itu banyak salahnya, dan sebaik-baik orang yang banyak salahnya itu mereka yang banyak taubatnya. ” (HR. Tirmidzi: 2499, dan di-hasan-kan oleh Al Albani) Kedua: Jangan kita lupakan pula, bahwa kita terlahir di dunia, -dari bayi yang tidak tahu apa-apa, hingga dewasa sehingga kaya ilmu-, adalah atas jasa orang tua kita. Oleh karena itulah Islam sangat menekankan masalah berbakti kepada orang tua, membahagiakan mereka, dan tidak durhaka pada mereka. Bahkan Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam- bersabda: ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺳﺨﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺳﺨﻂ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ “Keridhaan Allah itu terletak pada keridhaan kedua orang tua, dan (sebaliknya) kemurkaaan Allah (juga) terletak pada kemurkaan kedua orang tua. “ Apalagi, kita juga nantinya akan menjadi orang tua bagi anak- anak kita, bukankah ketika itu, kita juga ingin agar anak kita berbakti pada kita, membahagiakan kita, dan tidak mendurhakai kita?! Jika kita nantinya ingin seperti ini, maka hendaklah sekarang kita melakukannya untuk orang tua kita, karena balasan sesuatu itu sesuai dengan amalan yang kita lakukan. (fal jaza’u min jinsil amal) Ketiga: Islam sangatlah menghormati wanita, dan melindunginya dari segala sesuatu yang merugikan dan membahayakannya. Oleh karena itulah, ia tidak boleh menikah kecuali dengan izin dari walinya, sebagaimana sabda Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam-: “Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batal (tidak sah). ” Dan jika bapak anti masih ada, beliaulah yang harus menjadi wali. Maka bagaimana anti akan menikah dengan sah, jika bapak anti tidak mengizinkannya?! Keempat: Keputusan menikah adalah keputusan yang sangat besar dalam perjalanan hidup anti, dan konsekuensinya akan anti rasakan seumur hidup. Oleh karena itu, hendaklah ekstra hati-hati dalam menghadapi masalah ini. Bertukar pendapatlah dengan orang yang paling berhak dijadikan rujukan, yakni orang tua kita. Biasanya mereka lebih jernih dalam melihat keadaan dari pada kita, karena mereka lebih pengalaman dalam mengarungi kehidupan, dan lebih matang pikirannya. Tentunya keputusan yang diambil dari kesepakatan antara kita dengan mereka, itu lebih baik dan lebih matang dari pada keputusan dari satu pihak saja. Ditambah lagi, jika kita menjalani suatu keputusan atas restu dari orang tua, tentunya mereka akan selalu mendoakan kebaikan bagi kita, dan tidak diragukan lagi, doa mereka akan sangat mustajab dan menjadikan hidup kita penuh berkah, tentram, dan bahagia dunia akhirat. Kelima: Cobalah membayangkan jika anti berada di posisi orang tua, mungkin anti juga akan mengambil langkah yang sama. Karena seringkali orang tua lebih menghargai anaknya, dari pada kita sendiri. Oleh karena itu, mungkin orang tua merasa tidak pantas anaknya mendapatkan orang yang kurang memenuhi standar dalam pandangannya. Disinilah pentingnya komunikasi, tukar pendapat, dan saling memberi informasi. Keenam: Ingat pula sabda Nabi -shallallahu ’ alaihi wa sallam- tentang pentingnya agama calon kita, tentunya orang yang agamanya kuat, lebih kita dahulukan dari pada orang yang agamanya lemah, karena orang yang agamanya kuat, akan lebih mengetahui hak dan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Ketujuh: Mungkin solusi berikut bisa menjadi pertimbangan anti: * Adakan komunikasi yang lebih baik dan lebih terbuka dengan orang tua. * Jelaskan alasan yang mendasari langkah anti, dan kelebihan yang ada pada pilihan anti. * Jelaskan kerugian yang timbul, jika anti meninggalkan pilihan anti. * Jika satu kesempatan tidak cukup, teruslah komunikasi dalam kesempatan-kesempatan lainnya. * Mungkin orang tua ada pandangan lain, cobalah untuk menjajakinya * Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah, terutama ketika sujud dalam sholat, dan ketika sepertiga malam terakhir, agar dimudahkan urusan anti, dan diberikan solusi terbaik. * Jangan lupa juga untuk sholat istikharah, dan memohon petunjuk Allah, apakah calon anti itu baik bagi masa depan anti di dunia dan akhirat, atau tidak? … Karena hanya Dia-lah yang maha mengetahui apa yang tersembunyi dari hambanya … Petunjuk dari sholat istikharah, tidak harus berupa mimpi, tapi bisa juga dengan perasaan hati, atau yang lainnya. Pesan terakhir, ingatlah selalu dan jangan sampai lupa, bahwa langkah untuk menikah adalah langkah besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita melangkah, kecuali semuanya sudah clear, serta orang tua setuju dan merestui langkah besar ini Wallahi Taufiq WalHidayah ..Semoga bermanfaat ..Amiin Ya Rabb Subhanaka Allahuma wabihmdika asyhadu ala ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik * Shared By Sohibati (Nasehat Untuk Diri dan Hati)

Aku Malu, Takut, Dan Cinta

Tiga sifat, yakni malu, takut, dan cinta ternyata menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menggerakkan orang. Seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena didorong oleh salah satu dari ketiga sifat itu. Oleh karena rasa malu tidak akan lulus misalnya, maka seorang mahasiswa terpaksa tidak tidur semalaman, belajar menghadapi ujian. Karena malu selalu ditegur tentang skripsi, atau tesis, dan bahkan disertasinya yang tidak selesai-selesai, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak pernah istirahat menyelesaikan tugasnya itu.
Selain malu, sesorang bergerak atau tidak bergerak karena didorong oleh rasa takut dan cinta. Karena takut dimarahi oleh orang tuanya, maka seorang anak tidak berani pulang ke rumah. Karena rasa takut maka seseorang terpaksa bekerja seharian tidak mengenal lelah menyelesaikan tugasnya. Karena takut sebatas ditegur oleh atasan, maka seorang bawahan tidak berani pulang duluan sebelum pimpinannya pulang. Demikian pula didorong oleh rasa cinta, maka seorang pemuda melakukan apa saja agar wanita yang dicintai berpihak padanya. Seorang tokoh mengorbankan apa saja yang dimiliki, untuk membela pengikut yang dicintainya.
Antara rasa takut dan malu, sekalipun keduanya merupakan kekuatan penggerak, masing-masing memiliki perbedaan. Rasa takut mendorong seseorang melakukan atau justru menghindari dari sesuatu karena keterpaksaaan. Yaitu terpaksa dilakukan oleh karena takut datangnya ancaman yang tidak mengenakkan. Berbeda dengan takut adalah rasa cinta. Atas dasar rasa mencintai maka seseorang melakukan sesuatu, dan bahkan dengan perasaan cinta itu pula maka seseorang berani berkorban. Oleh karena maka sering muncul kalimat indah, yakni cinta adalah pengorbanan.
Akhir-akhir ini ketiga sifat itu rasanya semakin kurang mewarnai kehidupan masyarakat, dan bahkan hilang. Dulu, jika seseorang memiliki saudara terlibat criminal, sekalipun sederhana, misalnya dituduh mencuri, maka tidak saja yang bersangkutan, bahkan saudara-saudaranya pun menghindar karena malu. Berbeda dengan itu, pada saat sekarang ini, maka jangankan melakukan kesalahan kecil-kecilan, bahkan berkorupsi milyardan rupiah sekalipun, seperti tidak ada sesuatu yang dirasakan mengganggu.
Berbagai kejahatan dilakukan atas dasar kalkulatif. Melakukan korupsi milyardan rupiah, lalu dihukum beberapa tahun, dianggap lebih untung daripada bekerja yang tidak akan mendapatkan keuntungan sebesar itu. Keanehan lain, seseorang merasa biasa menjenguk saudaranya ke penjara, karena terlibat criminal. Melakukan kejahatan hingga dihukum sudah tidak dirasakan sebagai sesuatu yang nista, bahkan aib.
Orang-orang dahulu, oleh karena rasa malu, maka tidak berani mencalonkan diri sebagai pimpinan masyarakat, takut kalau di kemudian hari akan dipandang tidak mampu. Sekarang ini, yang terjadi justru sebaliknya. Tanpa melihat kemampuan dirinya, ——- prestasi yang pernah dihasilkan, berkampanye agar dipilih sebagai calon pemimpin. Bahkan, sekalipun tidak memenuhi syarat, seseorang berani menempuh jalan yang kurang terpuji, misalnya dengan cara membayar atau membeli suara, menyuap atau menyogok, memalsukan persyaratan dan lain-lain.
Rupanya ketiga sifat tersebut ——malu, takut, dan cinta sudah dibeli atau diganti dengan uang. Budaya masyarakat sudah bersifat transaksional. Apa saja sudah dapat digerakkan dengan uang, bahkan untuk mengejar uang, maka rasa malu, takut, dan cinta sudah ditinggalkan. Pepatah yang mengatakan bahwa, jika sudah tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sekehendak hatimu. Maka, pepatah itu ternyata sudah menjadi kenyataan di tengah masyarakat luas. Rasa malu, takut, dan cinta sudah semakin sulit didapatkan.
Ironinya lagi bahwa hal semacam itu sudah menembus ke semua wilayah kehidupan. Bahkan wilayah yang seharusnya dijaga dari kegiatan transaksional sekalipun, pada saat ini sudah dijalankan seperti halnya di pasar. Semua sudah dijalankan dengan pendekatan transaksional. Bahkan sampai-sampai, seorang tokoh agama, baru bersedia memimpin doa, asal diberi honorarium. Bayangkan, memimpin permohonan kepada Tuhan pun memerlukan honor. Kita juga melihat gejala menyedihkan lainnya, bahwa orang tidak lagi merasa malu mengikuti pendidikan dengan pendekatan transaksional. Belajar dan tugas-tugasnya diselesaikan ala kadarnya, asalkan membayar, kemudian lulus dan disandanglah gelar akademik.
Tiga sifat luhur sebagai penyangga peradaban, akhir-akhir ini sudah semakin hilang, dan digantikan dengan uang. Sebagai akibatnya, tatkala orang tidak memiliki rasa malu, takut, dan cinta, maka terjadilah saling berebut apa saja. Sebaliknya, yang muncul adalah saling membangun kekuatan masing-masing untuk mendapatkan kemenangan dan keuntungan. Sebab dirasakan, ternyata siapa yang kuat, maka merekalah yang menang dan menganggapnya akan mendapatkan kebahagiaan. Suasana perebutan semacam itu, pada saat ini sudah tampak sejak dari hulu hingga hilir.
Mengamati dan sekaligus melihat kenyataan itu, seorang teman merasakan keprihatinannya, kemudian mengajak berdiskusi, bagaimana mengatasi persoalan itu. Saya menjawabnya ringan, ialah ajaklah bangsa ini agar memiliki rasa malu, takut, dan cinta, sebagaimana masyarakat dahulu telah memeliharanya. Jika mau merenung secara mendalam, saya yakin akan ditemukan kesimpulan bahwa sesungguhnya bangsa ini bukan miskin sembako, melainkan adalah masih miskin dari sifat-sifat mulia tersebut, termasuk di kalangan sebagian para pemimpinnya. Wallahu a’lam.

Marhaban ya Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan
Aku menunggumu
Aku merindukanmu
Untuk bersama kita bercumbu lagi
Dalam indahnya bulan yang agung
Marhaban ya Ramadhan
Kusambut engkau dengan segenap jiwaku
Dengan setulus hatiku
Bawalah aku menggapai ampunan Allah
Marhaban ya Ramadhan
Belailah kalbuku dengan ke khusyuan
Dalam zikir, sujud dan Shaum
Bantulah aku menjemput rahmatnya
Marhaban ya Ramadhan
Selamat datang untukmu
Bulan penuh rahmat dan ampunan

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah .....
Ramadhan sebentar lagi akan datang.....
Marilah kita membersihkan diri dengan membuka pintu maaf atas sesama.
Melalui media ini, dengan segala kerendahan dan ketulusan hati,
saya mohon ma'af lahir bathin atas segala kesalahan dan kekurangan dalam
tutur kata dan perbuatan saya.
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayah kepada kita semua,
dan semoga dibulan yang penuh rahmat ini, kita dapat meningkatkan amal
ibadah kita...
Amiin Yaa Rabbal'alamiin ......

Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

Doa Dalam Keadaan Tertentu

1.Do'a Menolak Bencana
Laa ilaaha illalaahul kariimul 'azhiimu. Subhaanahu tabaarakalaahu rabbul 'arsyil 'azhiimi. Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. Allaahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naari.
Artinya : Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maha Suci Dia, Maha Berkat Allah Tuhannya 'arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. (HR. Nasa'i)
Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)
2.Do'a Kesembuhan / Kesihatan Diri
Allahumma 'aafinii fii badanii. Allaahuma 'aafinii fi sam'ii. Allaahumma 'aafinii fii basharii. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qabri laa illaaha illaa anta.
Artinya : Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain-Mu. (HR. Abu Daud)
3.Do'a Dilindungi Dari Rupa-rupa Penyakit
Allahumma innii a'uudzubka minal barashi wal junuuni wal judzaani wa sayyi'il aswqaami
Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari penyakit celup, penyakit gila, penyakit kusta dan penyakit-penyakit buruk lainnya.
4.Do'a Menjenguk Orang Sakit/Kecelakaan
Allahumma rabban naasi adzhibil ba'sa asyfi antasy syaafii laa syifaa'a illaa syifaa'uka syifaa'an laa yughaadiru saqaman. Imsahil ba'sa rabban naasi biyadikasy syifaa'u, laa aasyifa lahu illaa anta, as'alullaahal 'azhiima, rabbal ' arsyil 'azhiimi an-yasfiyaka.
Artinya : Ya Allah Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran/penyakit itu dan sembuhkanlah ia, Engkaulah yang menyembuhkan,tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi. Hilangkan lah penyakit itu, wahai Tuhan pengurus manusia. Hanya padamulah obat itu. Tak ada yang dapat menghilangkan penyakit selain Engkau, aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhannya 'arasy yang agung, semoga Dia menyembuhkan anda. (HR. Bukhari dan Muslim)
5.Do'a Mengobati Orang Sakit
Bismillahirrahmaanirrahiimi. A'uudzu bi'izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhadziru
Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang kuperoleh dan yang kutakuti. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmi-dzi dan Nasai).
6.Do'a Menghadapi Musibah
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uuna. Allaahumma ajirnii fii mushiibatii wakhluf lii khairan minhaa.
Artinya : Sesungguhnya kami memiliki Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah kami pahala dalam misibahku in dan berilah pengganti yang lebih baik. (HR. Muslim)
7.Do'a Membimbing Orang Sekarat
Astaghfirullaahal 'azhiimaa ...... Laa Ilaaha Illallaahu muhammadun rasuulullaahi ....
Artinya : Aku mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. (dibaca terus-menerus istighfar dan syahadat tersebut pada telinga orang yang hampir wafat itu). (Tertunjuk dalam HR. Muslim, Abu Daud dan Hakim).
8.Do'a Di Sisi Orang Yang Telah Wafat
Allaahummaghfirlii wa lahu wa'aqibnii minhu 'uqbaa hasanatan.
Artinya : Ya Allah, ampunilah aku dan orang ini dan berilah aku ganti yang baik daripadanya. (HR. Muslim)
9.Do'a Masuk Pekuburan Muslim
Assalamu 'alaykum ahlad diyaari minal my'miniina wa innaa insyaa'allaahu bikum laahiquuna. As'alullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyata.
Artinya : Salam sejahtera bagimu wahai penghuni kampung orang-orang mu'min. Kami in insya Allah akan bertemu dengan anda sekalian. Kumohonkan pada Allah kesejahteraan bagi kami dan bagi anda sekalian. (HR. Muslim)
10. Do'a Terhindar dari Kesulitan dan Penderitaan
Biismillaahi 'alaa nafsii wa maalii wa diinii, allaahumma radhinii biqadhaa'ika wa baarik lii fiimaa quddiralii hatta laauhibbaa\ ta'jiila maa akhkharta wa ta'khiira maa 'ajjalta
Artinya : Dengan nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusan-Mu dan berkatilah segala apa yang Engkau berikan ubun-ubunku dalam tangan-Mu, berlakulah atasku hukum keputusan-Mu dan adillah atasku segala taqdirmu. Aku mohon pada-Mu dengan segala nama yang jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengannya diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluq-Mu, atau yang Kau simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisi-Mu kiranya Engkau jadikan kitab al-Quran jadi kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesusahanku dan menghilangkan dukacitaku. (HR. Ahmad dan Ibnu Gibban)
11. Do'a Menghadapi Kesedihan, Kelemahan, Kemalasan, Takut, Kikir, Banyak Hutang Dan Penindasan
Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazani wa a'uudzu bika minal 'ajzi wal kasali wa a'uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a'uudzu bika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.
Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.
12. Do'a Ketenangan Jiwa
Rabhanaa afrigh 'alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wahshurnaa 'alal qawmil kaafirina. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu. Allaahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii, fahul baynii wa baynasy syaythaani wa 'amalihi. Allaahumma innii as-aluka nafsan muthma 'innatan tu'minu biliqaa'ika wa tardhaa biqadhaa'ika wa taqna'u bi'athaa'ika
Artinya : Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.
Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.
Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.
Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.
Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.
13. Do'a Mohon Ketenangan Dalam Menghadapi Musibah
Allahummarzuqnii nafsan muthma'innatan tu'minu biliqaa'ika wa tardhaa biqadhaa'ika
Artinya ; Ya Allah, berilah kami hati yang tenang, yang beriman akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridiha menerima segala ketetapan-Mu
14. Do'a Ketika Menghadapi Kesulitan
Allahumma Laa shla illaa maa ja'altahu sahlan wa anta taj'alul hazna idzaa syi'ta sahlan
Artinya : Ya Allah, tiada yang mudah selain yang kau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya jadi mudah. (HR. Ibnu Hibban)
15. Do'a Dimudahkan Segala Urusan
Allaahumma innii as-aluka tamaaman ni'mati fil asy-yaa'I kullihaa wasy syukra laka 'alayhaa hattaa tardhaa wa ba'dar ridhaa, wal khiyarata fii jamii'I maa yakuunu fiihil khiyaratu wa bijamii'I masyuuril umuuri kullihaa laa bima'suurihaa yaa kariimu.
Artinya : Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu kesempurnaan ni'mat pada segala perkara dan mensyukuri-Mu atasnya, sehingga Engkau ridha dan sesudah ridha itu lalu aku mohonkan pula kepada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh dipilih dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar dikerjakannya. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia.
16. Do'a Mohon Husnul Khatimah
Allaahummaj'al khayra 'umrii aakhirahu wa khayra 'amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa'ika
Artinya : Ya Allah, jadikanlah sebaik-baiknya umurku pada ujungnya dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baiknya hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. (Disebutkan oleh an-Nawawi)
17. Do'a Waktu Bersin dan Jawaban yang Mendengarnya
Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam),
kemudian dijawab oleh orang yang mendengarnya :
Yarhamukallahu (Semoga Allah merahmati anda), lalu orang yang yang bersin itu menjawabnya pula dengan : Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalaku (Semoga Allah memberi hidayat bagi anda dan membaguskan keadaan anda). (HR. Bukhari)
18. Do'a Diberi Kesenangan Hidup
Allahumma ashlih lii fii diiniil ladzii huwa 'ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayal latii fiihaa ma'aasyi wa shlih lii aakhiratil latii fiihaa ma'aadii waj'alil hayaata ziyaadata lii fii kulli khayrin wajalil mawta raahatan lii min kulli syarrin.
Artinya : Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti, jadikanlah hidup tu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku. (HR. Muslimin)
19. Do'a Berlindung Dari Mahluk Jahat
A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarri maa khalaqa
Artinya : Aku berlindung dengan menyebut kalimat-kalimat Allah Yang Maha sempurna dari segala kejahatan apa yang telah diciptakan-Nya.
20. Do'a Dapat Bersyukur, Bersabar dan Tidak Menonjolkan Jasa
Allahummaj'alnii syakuuran waj'alnii fii 'aynii shaghiiran wa fii a'yunin naasi kabiiran.
Artinya : Ya allah, jadikanlah aku orang yang berterima kasih pada-Mu, jadikanlah aku orang yang sabar, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku tapi orang yang besar dalam pandangan orang lain.
21. Do'a Mengunjungi Pengantin Baru
Baarakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihii wa jama'a baynakumaa fi khayrin
Artinya : Semoga allah memberkati masing-masing kamu berdua (mempelai) terhadap temannya, dan semoga Allah mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majalah)
Baarakallahu laka wa baaraka 'alayka wa jama'a baynakumaa fi khayrin
Artinya : Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah, dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
22. Do'a Ketika Melihat Bayi Baru Lahir
Innii u'iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli 'aynin laammatin.
Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)
23. Do'a Mohon Putera yang Shalih
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinna qurrata a'yunin waj'alnaa limuttaqiina imaaman.
Artinya : Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan anak-cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Furqan, 74)
24. Do'a Mohon Dianugerahi Rizki yang Berkah
Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta'milnii thayyiban. Allahummaj'al awsa'a rizqika 'alayya 'inda kibari sinnii wanqithaa'i umrii.Allaahummakfinii bihalaalika 'an haraamika wa aghninii bifadhlika 'am-man siwaaka.Allaahumma in nii as-aluka rizqan waasi'an naafi'an. Allaahumma innii as-alukan na'iimal muqiinal ladzii laa yahuulu wa laa yazuulu.
Artinya : Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik.
Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku.
Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya.
Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna.
Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni'mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.
25. Do'a Bagi Kedua Orangtua
Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiran.
Artinya : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.
26. Doa Qunut Nazilah
Doa Qunut Nazilah dibaca ketika kaum muslimin terkena bencana, ancaman, penganiayaan, penindasan musuh-musuh Allah dan musuh kaum Muslimin.
Seperti dikisahkan dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW pernah melakukan qunut selama satu bulan untuk mendoakan pembunuh-pembunuh para sahabatnya di Bir Al-Maunah.
Dari Abu Hurairah RA :
"Sesungguhnya bila ingin mendoakan seseorang, Nabi Muhammad SAW membacakan qunut sesudah ruku' (Hr. Bukhari dan Ahmad bin Hambal).
Doa Qunut Nazilah dibaca setiap sholat fardhu jahriyah (mahdzab Hanafi), sedangkan selain madzhab Hanafi, Doa Qunut Nazilah dibaca setiap kali sholat fardhu.
Mari kita bacakan doa ini untuk saudara-saudara kita kaum muslimin dimana saja berada, khususnya yang sedang terkena ancaman, penganiayaan, dan penindasan musuh-musuh Allah.
Inilah Doa Qunut Nazilah (Hadist diriwayatkan oleh Umar Bin Khatab) :
Alloohummaghfir lilmu'miniina wal mu'minaat
Wal muslimiina wal muslimaat
Wa allif baina quluubihim
Wa ashlih dzaata bainahum
Wanshur 'Alaa 'Aduwwika wa'aduwwihim

Allohummal'in kafarota ahlil kitaabil ladziina
Yukadzibuuna rusulaka wayuqottiluuna auliyaa aka
Alloohumma khollif baina kalimaatihim
Wazalzil Aqdaamahum
Wa anzilbihim ba'sakalladzii layuroddu 'anil
qaumil mujrimiin
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allohumma innaanasta'iinuka
Artinya:
"Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat,
Ya Allah jinakkan, satu padukan hati orang-orang muslimin, Perbaikilah keadaan mereka,
Tolonglah kaum muslimin utuk melawan musuh-musuh-Mu, dan musuh-musuh mereka
Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para RasulMu dan membunuh para kekasih-Mu,
Ya Allah cerai-beraikan kesatuan kata mereka, Hancur leburkan kekuatan mereka,
Dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi untuk orang-orang yang penuh dengan dosa
Dengan menyebut nama-Mu ya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang,
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu"

Ya Allah, Berkahilah Sisa Usiaku

Sekarang adalah hari lahirku.
Berarti usiaku bertambah satu tahun. 
Sebaliknya jatah hidupku di dunia berkurang satu tahun. 
Sungguh tak terasa tahun begitu cepat berganti.
Biarpun usiaku makin menua, semoga jiwaku tetap muda.
Semoga semangat dan tekadku tetap membara.

Ya Allah.. berkahilah sisa usiaku.
Istiqomahkan aku agar selalu berada di jalan-Mu.
Tetapkan hatiku agar selalu terpaut pada-Mu.
Terimalah semua amal-amalku yang telah lalu.
Jadikan ia sebagai penolongku ketika menghadap Engkau nanti.

Ya Rabb.. semoga aku menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih ikhlas, lebih dewasa, dan lebih mulia.
Semoga aku menjadi sosok muslimah berkepribadian Islam.
Semoga aku menjadi insan yang memberi berguna bagi agama-Mu.
Semoga aku menjadi orang yang mampu memberi manfaat bagi banyak orang.

Ya Allah.. semoga di tahun mendatang semua impianku menjelma menjadi kenyataan.
Aku tahu semua yang terjadi dalam hidupku adalah ketetapan terbaik dari-Mu,
karena itu kugantungkan hidupku pada-Mu ya Ilaahi.
Semoga aku selalu siap menerima apa pun keputusan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.

Wanita Bisu, Tuli, Buta dan Lumpuh Yang Engkau Cintai

Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.
Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”.
Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”.
Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”
Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !”
Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !”
Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !”
Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”. Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum….”
Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya.
Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ?
Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya :D Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit.
 

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers
backlink
Freelance JobsPowered by

Selamat Datang Jgn Lupa Comment

Kumpulan Buku Silakan Di Unduh

Kalau Pengin Music .. Tinggal Di Klik,,^_^


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com